Hai, Diam! Sudah lama tak sua dirimu. tepatnya, Aku telah melupakanmu, terlalu lama. Dan saat ini, aku kembali menyatu denganmu. Tahu kah kamu, kala kita menyatu, serasa ku dengar kata hati ku. Hati yang selama ini asing bagiku. yang tidak pernah ku rasakan gema di dalam.
Hai, Diam! Saat ini, aku bersyukur melebur bersama mu. Utuhku terasa. Dan aku kembali pada diriku semula. Diri ku yang selama ini terpisah dengan mu, yang terjebak di luar jiwa ku.
Hai, Diam! Bersamamu, detak jantung ku terasa kembali indah. Memerangkap ku dalam diri mu, denyut di dada ku mengetuk-ngetuk ruangku. Serasa sambaran listrik di seluruh tubuh ku.
Hai, Diam! Kala bersama mu, aku kembali utuh. Hening kepalaku, membuatku mendengarnya seksama. Menuntun ku akan cara melihat dunia. Membisikkan dengan pelan dan pasti akan cara mensiasatinya.
Hai, Diam! Berbaur denganmu, kedua bola mataku mampu alirkan bening mataku. Tanpa ragu. Hangat dan beningnya yang mengalir di wajahku menerangkan sempitku. Membunyikan rahasiaku, ingin dan harapku.
Diam, sungguh aku nikmati waktu bersamamu.
No comments:
Post a Comment