Sedih adalah anugerah tuk menghayati setiap desah dengan suara hening alam yang hanya bisa dirasakan saat hati berfokus pada diri sendiri.
Sedih adalah golden time untuk diri yang sering terlupa oleh tuntutan.
Sedih waktunya berpulang pada diri, memusatkan pada arah dan tujuan yang ingin dijalani mengikuti naluri yang sering kali terabaikan.
Sedih adalah momentum untuk memuaskan hati pada kesedihan yang sering luput oleh hingar bingar; memusatkan segenap perhatian pada diri seutuhnya, meluapkan ego, sepuasnya menikmati setiap lara itu.
Sedih membawa jiwa kembali padanya, agar dapat menghargai diri sendiri, seutuhnya, menjadi insan yang berharga, sebagaimana Tuhan menciptakan manusia sebagai manusia mulia dan bermartabat.